aku dan lingkungan

Just another Blogdetik.com weblog

PERJUANGAN MENEMUI SI CANTIK

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — widyawati at 10:47 pm on Selasa, Desember 30, 2008

Kuawali pendakian dengan suara decak

Kutatap setiap mata pengusung belerang

Harapan segera sampai ke puncak

Tanah kupijak serasa batu karang

Angin dingin terasa menusuk tulang

Di gubuk peristirahatan keringat kuseka

Jantung berdegup penat belum hilang

Hati bertanya bila si cantik unjuk muka

Kudaki kembali tanjakan terjal

Bau si kuning belerang menusuk hidung

Kabut menyelimuti bagai menjemput ajal

Dimana engkau si cantik berlindung

Kunanti dikau kabut berlalu

Terbatuk batuk nafasku sesak

Saputangan basah membantu nafasku

Tiba akhirnya si cantik tampak

Hijau toska dari kejauhan

Lipitan kuning mengelilinginya

Seakan permadani indah nian

Cantik mengagumkan ciptaanNya

Perjalanan menuju Kawah Ijen

Diarsipkan di bawah: aku dan lingkungan — widyawati at 8:16 pm on Rabu, Desember 10, 2008

img_0428.JPGMenaklukkan Kawah Ijen 

Perjalanan diawali dari Jl.Sedapmalam Surabaya,jam 7.00 ibu-ibu PKK Kota Surabaya sudah menempati tempat duduk di kendaraan.Namanya ibu-ibu yang pasti beliau-beliau sudah menata diri supaya diperjalanan merasa nyaman.
Mau naik mobil station Elf atau naik bus Pemkot,terus mau duduk bersebelahan dengan siapa,semua sudah masuk perhitungan ibu-ibu. Untungnya sebelum berangkat Ibu Fat sudah menyampaikan susunan patner tidur dipenginapan,dan setiap bu Fat menyebut nama,ibu-ibu merespon dengan suara lantang “Cocok….cocok”.
Saya pilih naik bus karena pasti lebih seru suasananya dibanding dengan mobil station yang jumlah penumpangnya paling-paling 8 orang.
Dengan tanpa rencana mau duduk dengan siapa saja saya Ok,pokoknya bisa duduk.
Weleh,weleh saya urut dari depan,ternyata setiap kursi sudah ada tas yang bertengger artinya tempat sudah dibooking.Ternyata saya sudah dibookingkan tempat juga oleh bu Made.
Terima kasih ya bu Made,jadi saya bisa duduk ditempat yang nyaman dibangku ke tiga.
Tiga mobil station dan satu bus beriringan kearah keluar kota.O ,ya yang di bus ibu-ibu dikawal p.Yanuar yang biasanya sebagai driver ibu-ibu PKK dalam menjalankan tugas,kali ini p.Yanuar duduk manis di bus.
Sampai di SPBU Tol Sidoarjo rombongan berhenti sejenak biasa ibu-ibu pada turun untuk ngetap alias pipis.Lho kok gak berangkat2 ada apa ya…..o ternyata nunggu 1 mobil lagi,baru saya sadar
Bundanya(Kepala Dinas PKK he,he,he keren ya PKK punya Kepala Dinas) masih tertinggal dengan mobil kijang bersama mbak Dina(ajudan) karena beliau berangkat dari Pagesangan.
Lega rasanya setelah rombongan lengkap,tapi saya masih bertanya-tanya dimana bu Wilis yang kemarin sudah janjian mau berangkat kok gak jadi.Wah,ternyata kena cekal bukan dari Bapak tapi dari si adik Nabil.
Setelah keluar Sidoarjo menuju Porong,dalam hati saya berdoa semoga diberi kelancaran.Ternyata Tuhan mengabulkan,Porong bisa dilalui dengan lancar tanpa kemacetan.
Satu per satu bergantian ibu-ibu mulai membagikan sangunya,aneka makanan dari yang ringan sampai yang berat.
Kira-kira j.9.00 perut kok mulai lapar ya,padahal kue-kue sudah dimakan.Mulailah saya dan bu Made mengintip nasi kotak yang dibagikan sebelum berangkat.Tulisan dikotak Nasi Tambak Bayan,ah..pas banget untuk sarapan.Nasi uduk lengkap dengan empal,sambel lalap…..wenaak tenan apa mungkin karena nasi GAMBAS(Gak Tumbas) he,he,he
Sampai di Situbondo j.13.00 rombongan makan siang di rumah makan Ceryn,memang pas dengan namanya disana ada pohon cery atau keres saya nyebutnya talok,pohonnya lumayan besar dan rindang karena kanopinya memang seperti payung raksasa,cantik sekali dengan buahnya yang mungil-mungil merah.Sambil duduk2 diteras mushola menunggu ibu-ibu bergantian sholat dhuhur,kita gak tinggal diam tapi mulai menarik ranting2 sambil bergelantungan meraih buah keres.Ah memang buah keres merah yang manis membuat suasana seperti kembali kemasa kanak-kanak dulu.Kenangan masa lalu seperti terulang,kelihatan sekali yang masa kecilnya suka manjat pohon langsung dengan tangkas melompat untuk meraih ranting(termasuk bu Dyah)yang handal manjat pohon.Ada yang duduk sambil terbengong2 ngeliat tingkah polah temannya,rupanya ini ibu yang waktu kecil gak biasa manjat pohon dan mreteli dan makan keres.
Setelah makan siang dengan menu prasmanan,kembali kita ke kendaraan semula.Tapi apalgi ya yang dikerubutin ibu-ibu dihalaman rumah makan? O,ternyata ada pedagang ikan asin,pantas ibu2 gak langsung naik ke mobil malahan pada buka dompet alias belanja.Lho,ada yang beli perahu2an dari kayu,ternyata eyang putri teringat cucu di Sby,jadilah perahu2 kecil untuk oleh2 cucu tercinta.
Lanjut perjalanan ke arah Bondowoso tapi nggak masuk kota,terus jalanan menanjak.Karena bus pemkot tape/karaokenya gak ada jadilah bu Lisa yang menyanyi sepanjang jalan.Asyiknya yang dinyanyikan bu Lisa lagu2nya bu Kasur,AT Mahmud yang sekarang sudah langka.
Lagu “Naik,naik kepuncak gunung” oleh bu Lisa syairnya jadi “Naik2 kepuncak gunung,tinggi tinggi sekali,kiri kanan kulihat saja banyak gambarnya caleg ha,ha…..”
Ya,itulah wajah bangsa kita yang baru belajar berdemokrasi ternyata sudah merata sampai kepelosok-pelosok desa banyak foto-foto narsis terpampang dipohon…edan tenan.Yang partai Demokrat foto wajah ndeso bersanding dengan foto Obama,ha,ha,ha…
Ini semua bisa kita nikmati bersama karena cuaca yang cantik gak panas dan gak hujan.Rupanya Yang Maha Kuasa berpihak ke ibu2 PKK yang dengan tulus ikhlas sudah berja sepanjang tahun.
Takterasa memasuki desa Wonokusumo,jalannya semakin menanjak,sempit dan gronjalan,bu Abu yang terus berkomentar lucu2 membuat saya ngampet pipis.Yang saya rasakan persis waktu perjalanan dari Bacolod ke Bago City suasana daerah dan kondisi jalan yang jelek ditambah perasaan gak tahu kapan sampainya. Ee ternyata bu Dyah sms saya katanya persis sama waktu perjalanan ke Bago.
Jam 14.45 sampai di desa Sumber Wringin,hujan kecil2 dan kabut tebal.Berkali-kali berpapasan dengan truk2 yang turun dengan muatan kayu pohon pinus,wah…gak salah kalau hutannya pada gundul begini bencana banjir bandang dan longsor di Situbondo.
Perjalanan ternyata masih jauh menanjak dan gronjalan jam 17.00 sampai dipuncaknya terus menurun sedikit lagi sampailah di perkebunan PTPN XII Blawan Kalisat.
Tempatnya memang mengasyikkan,bangunan penginapan jaman Belanda dengan kamar yang berjejer,ada beberapa kamar yang di bagian atas,rupanya bangunan ini dulu merupakan rumah tinggal ADM jadi ada kolam renangnya,yang sekarang disewakan untuk agrowisata.Disamping kolam renang utama,ada kolam bundar kecil yang dialiri air panas yang mengandung belerang.
Mulailah bu Dyah mengawali masuk kekolam renang,diikuti bu Mursyam terus berendam dikolam air panas.Satu persatu ibu-ibu masuk dengan kostum seadanya,bu Djum dengan dasternya,saya mulai ditarik-tarik tapi mengingat kondisi badan yang flu saya gak berani,ee rasanya pengin juga akhirnya dengan diyakinkan ibu2 nanti batuknya malah sembuh saya nyemplung juga,memang badan terasa segar.Bu Mukhlas yang cuma melihat dari jauh akhirnya dicipratin air biar ikut nyemplung……wah ternyata bu Mukhlas bener2 takut air,ketakutan kalau tenggelam,walah bu wong dalamnya gak sampai sedada,jadi walaupun nyemplung satu tangannya tetap gak mau lepas pegangan bibir kolam…he,he,he
Acara kungkum sampai j18.30,baru jam 19.00 kita makan malam.
Makan malam selesai dilanjutkan bu Dyah nyanyi dan dimeriahkan bu Lisa berpasangan dengan bu Sur berdansa.
Kembali bu Fat mengumumkan acara besok,ditawarkan oleh pihak travel siapa yang besok mau mendaki ke kawah Ijen supaya siap jam 5.00,lha yang minat cuma 2 ibu(bu Dyah dan saya).
Rupanya ibu2 sudah nyerah duluan karena diberitahu jaraknya 3km jalan kaki menanjak ditempuh selama 3 jam.Wis pada kacrek sebelum dijalani,yang penasaran ya yang bonek masak pamit ke kawah Ijen gak ngeliat kawahnya ya rugi.
Rupanya semalam bisa merubah keinginan 3 ibu(bu Titik,bu Wira dan bu Dayu) tanpa sepatu hanya bermodal sandal akhirnya ikut juga,o,ya satu lagi peserta yang mau gak mau harus ngikut mbak Dina.
Dengan naik mobil kearah kaki gunung Ijen kira-kira 12km dari penginapan,mobil parkir dan mulailah perjuangan untuk mendaki sejauh 3km,start j6.30.
Mengatur nafas untuk naik terus hah,hah,hah bunyi nafas yang mulai terasa berat,masing2 berjalan semampunya sambil saling menyemangati.Sepanjang jalan yang mendaki berpapasan dengan pengangkut belerang yang turun dengan beban minimal 60kg,ah ,gak kebayang beratnya sedangkankita yang cuma bawa badan aja sudah terengah-engah.
Setelah lama perjalanan ditempuh setengah jam,bu Titik mulai menyerah beliau memutuskan untuk kembali kebawah alias ketempat parkir mobil…dengan ditemani pemandu dari travel bu Titik balik turun.Tinggallah kami berlima cewek(bu Dyah,bu Wira,bu Dayu,mbak Dina dan saya)meneruskan pendakian yang masih 2,5jam lagi.
Sambil berfoto ria supaya gak terasa jenuh,banyak yang lucu….tiba2 ada bpk.pengangkat belerang menawarkan foto bersama…kita ok aja kebetulan biar agak beda posenya,eee ujung2nya dia minta duit setelah jadi model berfoto bersama,he,he,he ada2 aja caranya cari duit.
Yang sempat hilang mendahului didepan malah bu Wira,ternyata beliau bisa semangat karena barengan dengan turis dari Perancis.Akhirnya jam 9.10 kita sampai ditempat yang agak datar diketinggian 2380m diatas permukaan laut,ah lumayan ada tempat pemberhentian rupanya tempat disini para pengangkut belerang menimbang pikulan belerangnya,rata2 mereka memikul 60-95kg perorang.Belerang2 itu dihargai Rp.600,-/kg.
Setelah kita minum teh panas diwarung itu, o ya saya sempat makan mie instan yang digelas berdua dengan bu Dyah maklum tenaga terkuras sejak berangkat belum sarapan apa2,wah rupanya gak cukup kalau 1 gelas berdua jadilah nambah lagi.
Perjalanan masih berlanjut tapi lumayan tenaga sudah diisi mie,ternyata pemandangan semakin fantastis ah,gak rugi kalau dibandingkan dengan perjuangan naiknya tadi.
Setelah 0,5 jam kita perjalanan sampailah dipuncak kawahnya,kabut sudah menutup pandangan,tapi kita tidak putus asa kita tunggu sampai kabut lewat….woo seperti disingkap setelah kabut lewat kelihatan kawah dibawah dengan warna hijau tosca….cantik sekali dengan diputari warna kuning….rupanya itulah belerang yang diambil para penambang,tampak mereka seperti semut berbaris ada yang naik dengan pikulan penuh ada yang turun dengan keranjang kosong.Setelah puas kita berpose dan menikmati ciptaan dan kebesaran Tuhan,akhirnya kita kembali turun.
Perjuangan turun ternyata tidak seringan yang kita bayangkan waktu naik.
Ketika naik tadi terengah-engah dengan nafas satu2,walah ketika turun bukan nafas yang berat tapi paha yang harus menahan badan untuk ngerem jauh lebih berat.
Karena sepatu yang kita pakai untuk jogging bukan sepatu untuk hiking jadi sulit ngerem…..sya sempat kebrosot2 jatuh terduduk,he,he,he dengan dipandu bu Dyah dan bu Dayu kita saling menguatkan untuk turun.
Akhirnya pas jam 11.00 sampailah kita ber 5 ditempat parkir mobil,dan bertemu kembali dengan bu Titik.

Pendidikan untuk ORTU(PORTU)

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — widyawati at 11:45 pm on Kamis, Oktober 2, 2008

              PORTU(Pendidikan untuk Orang Tua)

             Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) saat ini sedang gencar digalakkan,memang kita semua menyadari arti pentingnya pendidikan bagi anak harus dimulai sedini mungkin.Tetapi mungkin sangat belum kita sadari ada yang lebih penting sebelum kita melakukan PAUD,yaitu Pendidikan untuk Orang Tua(PORTU).Bagaimana menjadi orang tua bagi anak-anak kita agar kelak mereka dapat menjalani hidupnya dengan benar.Sebagai orang tua tidak ada acuan pendidikan formal yang pasti untuk dapat menyelesaikan kewajban sebagai busur bagi anak panah yang dititipkan Sang Pemanah.Jika kita menginginkan menjadi dokter kita ambil kuliah jurusan kedokteran,kalau ingin menjadi pilot kita ambil jurusan penerbangan dan masih banyak lagi sekolah2 untuk mencapai cita-cita.Tetapi kembali jika kita ingin menjadi ORTU dimana harus belajar?Tentu banyak yang menjawab dengan ringan tanpa beban….ah gampang aja jadi ORTU kok harus sekolah,terlalu mengada-ada.Cukup dengan pendidikan agama,didoakan,diberikan sarana-sarana pendidikan,rasanya sudah beres.Tanpa ada pendidikan bagi ORTU,sebenarnya yang kita berikan kepada anak adalah mencetak anak sesuai keinginan ORTUnya.Tentu semua ORTU menghendaki yang terbaik untuk anaknya……tapi bagaimana caranya untuk mencapai yang terbaik bagi anak,tidak semua ORTU memahami.Mencari jalan dengan belajar dari pengalaman membutuhkan proses panjang,beresiko dan terlalu mahal jika diukur secara materi.Memahami secara kejiwaan haruskah setiap ORTU mengambil jurusan psychologi?Ah, mana mungkin hal ini bisa dilakukan…..padahal jelas bahwa kemajuan suatu bangsa dimulai dari pendidikan dalam skala keluarga,disinilah arti pentingnya sebelum kita lakukan PAUD, sebenarnya PORTU lebih penting masuk dalam kurikulum formal.

2 Oktober 2008

burung meninggalkan sarang

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — widyawati at 9:45 pm on Sabtu, September 20, 2008

Ibaratnya anak burung yang sudah mulai lebat bulu2 disayapnya.anak-anakku..
Mulailah mereka mencoba untuk keluar dari sarang dan melepaskan diri dari cengkeraman induknya.
Begitulah gambaran anak-anak kita yang sudah mulai dewasa,menginjak usia 22 tahun.
Mereka tidak ingin untuk diikuti setiap gerak dan langkahnya,naluri orang tua masih menganggap perlu memberikan arahan yang kadang-kadang berlebihan bagaikan remote control.
Ah….anak burung yang baru mulai belajar terbangpun masih terkadang jatuh karena sayap yang belum kuat mengepak…tapi sang pencipta takkan membiarkan burung-burung kecil itu terhempas.Oh,benar juga ternyata kata penulis Khalil Gibran anak kita bagaikan anak panah yang siap melesat jauh,sedang kita hanya sebagai busur,kemana melesatnya anak panah tergantung Sang Pemanah(Tuhan).Anakku,terbanglah seturut panggilan jiwamu,kami busur hanya menyediakan sarana untukmu,melekatlah lebih erat pada Sang Pemanah.

Surabaya,20 September 2008

Mengelola Sampah Dari Sumbernya

Diarsipkan di bawah: sampah — widyawati at 11:16 pm on Rabu, Agustus 20, 2008

Siapa bilang SAMPAH menjijikkan,membawa bencana,merepotkan,dan seabreg masalah. Memang barang buangan alias sampah ini bisa menjadi bencana tapi bisa pula menjadi berkah.Ah……siapa bilang sampah bisa jadi berkah.Tentu ini semua tergantung dari kita penghasil sampahnya.Berurusan dengan sampah tentunya terkait dengan perilaku kebiasaan.Membuang sampah sembarangan walaupun sudah tersedia tempat sampah,juga merupakan perilaku kita.Tanpa rasa bersalah melempar sampah ke sungai,atau melempar sampah dari jendela mobil.Perubahan perilaku inilah sebenarnya yang menjadi titik awal keberhasilan suatu kota dalam mengelola SAMPAH.Bukan semata-mata canggihnya peralatan ataupun tehnologinya yang tersedia. Melainkan keterlibatan masyarakat adalah syarat utama dalam mengelola SAMPAH.Surabaya menuju kota wisata SAMPAH.Bermula dari warga yang mulai memahami cara ngopeni SAMPAH dari sumbernya. Memilah SAMPAH merupakan awal kebiasaan yang harus ditanamkan kepada setiap orang yang berniat mengelola SAMPAH.Gerakan memilah SAMPAH warga kota ini merupakan pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan SAMPAH.Sejak tahun 2005 warga kota Surabaya berlomba untuk melakukan perubahan berperilaku hidup bersih.Kompetisi besar-besaran diadakan secara bersama baik pemerintah kota,corporate dan media.Melalui kompetisi yang diadakan setiap tahun ini(Green and Clean;Merdeka dari Sampah) ternyata telah mampu memotivasi masyarakat untuk menyelesaikan SAMPAH dari sumbernya.Berkahpun mengalir bagi kampung-kampung yang berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi ini.

20 Agustus 2008

Bom Waktu Kerusakan Taman Kota Surabaya

Diarsipkan di bawah: artikel — widyawati at 12:56 pm on Selasa, Juli 29, 2008

          Taman-taman yang cantik di Kota Surabaya, jalur hijau yang tampak segar sejauh mata memandang sudah bisa dirasakan warga kota sejak tahun 2006-2007. Tak heran Otonomi Award 2008 kategori Pengelolaan Lingkungan diraih Kota Surabaya. Butuh kerja keras dan niat yang kuat dari seluruh stakeholder kota untuk menciptakan kondisi kota yang ramah lingkungan, hijau, bersih, dan tertata.

          Di balik penampilan kota yang bersih, hijau, dengan taman-taman yang dilengkapi free wifi, tanpa diikuti perawatan yang memadai tentu akan menjadi bom waktu. Taman dan jalur hijau berubah menjadi semak belukar yang tidak cantik lagi.

 Perawatan taman

          Merawat taman tentu lebih susah bila dibandingkan dengan membangun taman. Dibutuhkan konsistensi dan kompetensi dari perawatan tanaman-tanamannya.

          Setiap jenis tanaman memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yang tidak bisa disamaratakan. Sehingga perawatan taman boleh dikatakan mahal dan tidak bisa asal-asalan. Sebagai contoh : tanaman mawar (baby rose), yang banyak ditanam di pulau-pulau jalan Kota Surabaya, pada awalnya sangat cantik dengan bunga merah putihnya. Hal ini membuktikan bahwa di Kota Surabaya dengan kondisi udara yang panas, bunga mawar dapat tumbuh dan berbunga cantik, asalkan perawatannya benar. Namun, kalau kita teliti kondisi bunga mawar tersebut di pulau jalan dan jalur hijau Raya Darmo (depan Taman Persahabatan), tampak pokok tumbuhan mawar yang asli (mawa pagarnya) tumbuh memanjang kesana kemari bagaikan tumbuhan pagar tak terurus, sehingga baby rose yang cantik tidak mungkin bisa berkembang karena nutrisi makanan dihabiskan oleh batang bawahnya (root stock).

          Perawatan taman memang taksemudah kita melihat sepintas cantiknya taman itu sendiri. Tanpa sentuhan rasa cinta mustahil taman bisa menimbulkan aura positip.

Surabaya,29 Juli 2008

Rintihan Mahoni

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — widyawati at 2:49 pm on Minggu, Juli 27, 2008

Belum setahun umurku dengan batang-batangku yang masih rapuh,gontai diterpa angin.Tujuan aku ditanam sangat jelas,untuk ikut menghijaukan kota dan menyerap polusi udara.Ah…namun demikian aku merasa dilecehkan saat-saat gegap gempita masa kampanye cagub dan cawagub tiba,batangku jadi sasaran.Kelima foto cagub dan cawagub menjadi beban dibatangku.Dengan paku foto-foto ditancapkan ke batangku,luka dan sakit kurasakan samapi kesumsumku(cambium kayu).Hanya satu doaku semoga cepat tiba masa minggu tenang,ingin kurasakan terbebas dari tancapan paku.Satu persatu ditariknya gambar calon dengan kasar tanpa peduli sakit lukaku. Oh….ternyata hanya gambar-gambarnya saja yang ditarik,namun paku-paku masih tetap dibiarkan tertancap dibatangku.Sungguh egois benar kau manusia,tidakkah kita sama-sama makhluk hidup ciptaan sang khalik?seharusnya kita saling melengkapi bukan saling menyakiti.Dengan paku-paku yang masih tertancap aku memohon semoga jangan terulang siksaan ini dimasa kampanye putaran kedua.Dan semoga masih ada yang tergerak untuk mencabuti paku-paku dibatangku,karena aku percaya masih ada sahabat-sahabatku yang mau mendengar rintihanku ini.

Damai dengan Lingkungan

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori, aku dan lingkungan — widyawati at 11:32 pm on Kamis, Juli 3, 2008

Tuhan,Kau ciptakan alam seisinya makhluk-makhluk Kau beri kehidupan sesuai kodratnya.Manusia merupakan ciptaanMu yang sempurna,Kau lengkapi dengan roh,jiwa dan raga.Aku bagian dari setitik alam ciptaanMu Tuhan,damai penuh sukacita  dengan sesama dan alam merupakan dambaanku.Lima puluh satu tahun yang lalu Kau ciptakan aku melalui orang tuaku.Bogor kota kelahiranku,pertanian latar belakang orang tuaku yang membuat diriku merasa dekat dengan alam.

 

Halo dunia!

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — widyawati at 9:48 pm on Selasa, Juni 24, 2008

Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!